Pages

12 March 2010

Pandangan hidup

Menurut saya hidup ini memiliki bermacam sisi yang saling bertolak belakang, mungkin di satu sisi hidup ini cukup adil tapi di sisi lain hidup juga bisa tidak adil. Untuk itu sebagai manusia biasa sebaiknya kita harus bisa menghapus atau meniadakan batas yang memisahkan antara adil dan tidak adil.

Dengan adanya pembatasan kita justru akan melihat kehidupan ini memiliki sekat-sekat yang membedakan dan memisahkan setiap aspek kehidupan. Dengan adanya sekat ini pula kita menjadi lebih peka terhadap permasalahan kehidupan, masalah-masalah ini timbul karena adanya sekat-sekat pembatas tadi.

Sebagai contoh bila dalam kehidupan kita, kita merasa sudah menjalani hidup ini sengan adil maka mungkin kita tidak mau melihat satu sisi lainnya yaitu sisi yang tidak adil. Kita berusaha sebisa mungkin menjauh dari ketidak adilan tersebut, bila kita berada di posisi yang tidak adil maka kitapun secara normal akan berusaha menggapai keadilan dan. Mungkin inilah yang selalu menghantui kita adil dan tidak adil, setiap manusia ingin mengerti dan merasakan suatu keadilan dalam hidupnya. Oleh karena itu setiap orang berlomba-lomba untuk menggapai suatu keadilan, namun sudahkah keadilan itu terpenuhi?

Bagi saya adil dan tidak adil adalah satu, itu semua tergantung dari cara pandang kita. Mungkin di mata kita kehidupan ini tidak adil. tapi cobalah bandingkan dengan cara pandang orang lain bagaimana kita memandang kehidupan mereka dan mereka memandang kehidupan kita.

Tidak ada hal yang pasti mengenai adil dan tidak adil di dalam kehidupan ini, semua itu akan kita lalui hanya saja waktu dan kondisi setiap orang berbeda-beda. Pandanglah hidup ini secara luads dan menyeluruh tanpa adnya batasan-batasan yang mengekang kita, biasanya kitalah yang mempersulit hidup karena kita membuat batasan-batasan dalam memandang hidup kita.

Hapus setiap sekat dan cobalah mengerti akan kehidupan setiap manusia disekitar kita, dari situ kita dapat jelas melihat bahwa ketidak adilan bagi kita mungkin suatu keadilan bagi orang lain. Kita tidak hidup untuk mencapai keadilan itu, namun kita hiu